Syallom, mulai masa Pra-Paskah ini, saya ingin membawa pembaca pada permenungan keselamatan dari Yesus melalui bacaan kitab suci dan kesaksian2. Hm, harusnya udah dari tgl 17 February 2010 yah, saat dimulainya masa Pra Paskah… yah… nanti jika bisa, saya akan tambahkan renungan lebih dari satu setiap hari nya untuk menutup hari2 yg terlewati hehehe…
Kesaksian pertama dari Lee McDougald yg sembuh total dari Parkinson, sedang bacaan kitab suci nya diambil dari Lukas 5: 12-16 Yesus menyembuhkan yg Seorang Sakit Kusta.
Untuk yg lebih senang menonton video kesaksian ini, silahkan nonton dari layar di atas, kalo tidak bisa diputar, silahkan klik di sini. Untuk yg lebih senang baca text nya dalam bahasa Indonesia, sudah saya terjemahkan di bawah. Untuk yg lebih senang baca text dalam bahasa Inggris, silahkan klik di sini. Baiklah, selamat berpuasa dan/atau berpantang bagi yg menjalankan, dan selamat bermenung.
~~~~~~~~~~~
Bacaan Kitab Suci:
~~~~~~~~~~~
Yesus Menyembuhkan yg Seorang Sakit Kusta(Lukas 5: 12-16)
5:12 Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
5:13 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.
5:14 Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapapun juga dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."
5:15 Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.
5:16 Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.
~~~~~~~~~~
Kesaksian
~~~~~~~~~~
Lee McDougald: Kesembuhan untuk penyembuh
Original text By Randy Rudder(The 700 Club):
http://www.cbn.com/700club/features/amazing/Lee_McDougald122208.aspx
Translated by Ritha
CBN.com –
Pada suatu siang hari, hujan, pada tahun 1979, Lee McDougald ditabrak sebuah mobil. Akibatnya tulang belakangnya patah dan menyebabkan beberapa luka dalam. Lee akhirnya harus dirawat di rumah sakit dan di pusat rehabilitas selama 6 minggu.
"Saya harus belajar untuk belajar berjalan lagi, " begitu kata Lee. Dan itu adalah jalan yg sangat panjang untuk dijalani."
Kecelakaan yg dialami nya itu menyebabkan ia harus berada dalam mimpi buruk selama 22 tahun, termasuk juga harus menjalani 30 pembedahan besar untuk mengkoreksi semua komplikasi akibat kecelakaan itu.
"Saya akan sampai pada suatu titik dimana saya pikir saya sudah sembuh, tapi karena luka2 dalam yg saya alami, maka ada lingkaran berbahaya yg menyebabkan saya harus kembali lagi mengalami pembedahan demi pembedahan yg harus dilakukan pada perut saya dan tempat2 yg berbeda, "ujar Lee.
Tahun 1980, Lee mulai kejang2 dan akhirnya dia didiagnosa mengidap penyakit Parkinson.
"Terdapat banyak malam dimana saya akan menumpangkan tangan dan memegang nya, " kata Lisa, istri Lee, "Seperti yg biasa dilakukan pada seorang bayi. Dan saya merasa bahwa saya haru memastikan bahwa dia masih bernapas. Ada banyak waktu dimana dia akan gemetar di malam hari dan saya meletakkan tangan saya pada nya untuk membuatnya tenang; ada banyak malam tanpa tidur."
Di luar dari tantangan kesehatan nya, Lee tetap ikut perjalan misi dengan gereja nya.
"Saya ikuti perjalanan ke India. Mungkin anda akan bilang bahwa saya adalah kutu dalam misi itu," kata Lee.
Selama 25 tahun, Lee melayani dalam pelayanan gereja untuk orang2 di 38 negara termasuk Kenya dan Tanzania.
Lee melihat bagaimana Tuhan membuat mujizat-mujizat, dan dia mengharapkan penyembuhan yg sama untuk kehidupannya sendiri.
Saya berdoa dan menumpangkan tangan saya pada orang2 dan saya akan melihat bagaimana Tuhan menyembuhkan mereka, " kata Lee, "Kemudian pada malam hari saya akan meletakkan kepala pada bantal dan menangis memanggil Tuhan, dan berkata, "Tuhan, kenapa? Apa yg Engkau lakukan pada orang2 itu, kenapa engkau tidak lakukan itu untuk saya?"
Dalam bulan July 2004, Lee kembali dari perjalanan di Kenya dan merasa sangat lemah karena kesehatannya yg menurun. Dia merasa bahwa ini akan menjadi perjalanan terakhirnya.
"Ada spirit kelemahan yg mengambil alih kehidupan saya,"kata Lee, "dan spirit kelemahan itu adalah salah satu dari kekuatan setan itu sendiri, yg mencoba membunuh kami, secara fisik, dan menghancurkan kami, sehingga kami tidak akan dipakai lagi oleh Tuhan."
Pada tahun 2006, pendeta nya Lee mengatakan bahwa akan ada konfeerensi penyembuhan di Dallas.
"Kami benar2 merasakan ada perasaan yg sangat melingkupi kami bahwa Tuhan ingin supaya Lee pergi ke sana," kata Mark Wyatt, pendeta pada Deeper Life Fellowship. "Ada keyakinan sungguh. Kami tahu bahwa jika kami bisa membawanya naik pesawat, dan membawa nya ke sana, Tuhan akan melakukan sesuatu."
"Saya katakan padanya, Ya saya akan pergi, "kata Lee, "setelah saya menerima telepon itu, sepertinya setan melepaskan semua kekuatan buruknya dari neraka untuk menyerang saya sehingga saya tidak bisa ke konferensi itu."
Lee harus menjalani pembedahan lain hanya seminggu sebelum konferensi berlangsung, dan dia mengalami pendarahan di dalam. Pada malam sebelum pergi, Lee mimpi bahwa dia akan disembuhkan. Pada hari berikutnya, dia bisa berjalan dengan lemah, dan akhirnya dia naik pesawat menuju Dallas.
"Lee sungguh sungguh terlihat seperti laki2 berusia 90 an tahun dalam kondisi kesehatan yg sangat rapuh,"kata pendeta Wyatt. "Dia bungkuk dan getaran pada tangannya terlihat dengan sangat jelas. Dia dengan susah payah naik tangga. Kami makan di restoran di airport, dimana dia hanya menghabiskan setengah cup dari sup ayam mie, dan dia hampir memakannya dalam waktu sebulan (maksudnya makannya lama, gitu, –rith)"
"Waktu itu adalah titik keputusasaan dalam hidup saya,"kata Lee, "Saya katakan, Tuhan Engkau harus menyembuhkan saya atau membunuh saya. Saya tidak bisa melanjutkan hidup dengan keadaan seperti ini terus menerus."
Pembicara konferensi Amber Rose, Bill Johnson berkata, "Apa yg kami terima adalah kehidupan orang Kristen yg normal adalah bukan kehidupan orang Kristen yg normal."
Pada konfrensi itu, Lee mendengar kata2 yg langsung berbicara pada kondisi nya.
"Mereka yg sedang mengalami efek dari sebuah kecelakan, angkatlah tangan," begitu kata Johnson.
"Orang2 kemudian berdoa untuk saya,"kata Lee, "Itu adalah ketika saya merasa ada api yg menyentuh saya dari ujung rambut, dan berjalan melalui tubuh saya, dan turun langsung ke kaki saya. Saya kemudian melenting. Dan saya kemudian bisa berdiri tegak kembali tiba2. Dan tangan saya yang tadi nya bergetar, tiba2 tidak bergetar lagi. Tiba2 segala sesuatu nya tidak bergetar lagi."
"Apa yg terjadi sekarang? Engkau tidak berada dalam rasa sakit lagi? Puji Tuhan," kata Johnson. "Wow! Wow! Puji Tuhan! Semua sudah berlalu! Semua sudah berlalu! Puji Tuhan! Wow!"
Lee mengunjungi dokter nya lagi setelah konferensi penyembuhan itu.
"Penyakit Parkinson adalah penyakit yg umumnya adalah penyakit gangguan secara neurology yg progressif,"kata Dr. William Lightfood, "Saya hanya bisa mengatakan bahwa saya tidak pernah melihat ada penderita penyakit Parkinson yg bisa disembuhkan secara total seperti Lee wkt itu."
Sudah 3 tahun dan Lee tidak menunjukkan tanda2 penyakit yg sudah hampir merenggut hidupnya itu. Dia berencana untuk kembali ke padang misi, dan dia akan mendaki lebih banyak puncak gunung.
"Sekarang Tuhan sudah menyembuhkan saya, keinginan hati saya adalah untuk mendaki puncak gunung Kilimanjaro,"kata Lee, "dan saya akan berdiri di atas puncak Afrika dan mengklaim bahwa benua Afrika adalah untuk Tuhan dan kerajaanNya. Bahwa Dia memerintah di sana."
"Saya sampai pada sebuah pengertian tentang Kerajaan Allah,"kata Lee, "dan saya sampai pada pengertian tentang doa Bapa Kami, apa yg sebenarnya kita doakan. Dikatakan dalam doa itu bahwa ‘Terjadilah kehendakMu di bumi seperti di surga’. Jadi saya mulai melihat apa saja atribut Surga. Dalam surga ada kegembiraan, ada kedamaian, ada puji2an. Di dalam Surga tidak ada penyakit. Tidak ada sakit hati. Maka ketika kita berdoa, katakanlah, ‘Tuhan seperti di Surga, terjadilah di bumi ini, dan itu untuk saat ini juga.’"