Telapak Tangan R&D

November 5, 2009

To Know Your Name

Filed under: Lagu Pujian



To Know Your Name
(Hillsong United)


The precious blood of Jesus Christ redeems,
Your majesty resides inside of me,
forever I believe. forever I believe.
arrested by your truth and righteousness
Your grace has overwhelmed my brokenness
convicted by Your spirit, led by your word
Your love will never fail
Your love will never fail

 

‘Cause I know You gave, the world Your Only Son for us to
know Your name, to live within the saviours love and he took my place,
knowing He’d be crucified and You loved.. you loved, the people undeserving!

 

Lagu ini bagus banget. Saya memang penggemar Hillsong United. Hm, penggemar Yesus Kristus juga sih… :) … ~r~

 

June 5, 2009

The More I Seek You

Filed under: Lagu Pujian

The More I Seek You
by Kari Jobe
The more I seek you 
The more I find you
The more I find you
The more I love you

I want to sit at your feet
Drink from the cup in your hand
Lay back against you and breath
Feel your heartbeat
This love is so deep 
It’s more than I can stand
I melt in your peace 
It’s overwhelming

April 10, 2009

Hal Berpuasa

Filed under: Sabda Yesus

Hari ini, Jumat, 10 April 2009, adalah hari terakhir masa puasa dan/atau pantang untuk Pra-Paskah tahun 2009 bagi umat Katolik. Berikut saya sertakan apa yg Yesus katakan tentang puasa, saya ambil dari Matius 6:16-18.

 

Hal Berpuasa

(Matius 6:16-18)

16"Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. 17Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, 18supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." 

 

Selamat menjalankan hari Jumat Agung bagi pembaca yang merayakan, hari di mana kita memperingati kematian Yesus untuk menebus dosa kita, dan merekonsiliasi hubungan kita dengan Allah Bapa. Selamat bermenung.

January 1, 2007

Met Natal & Taon Baru

Filed under: Uncategorized

Merry X-Mas & Happy New Year

(Foto diambil oleh Ritha di sebuah taman di Jepang, menjelang natal 2006)

October 31, 2006

Analogi Musim Gugur

Filed under: Cerpen

 

Analogi Musim Gugur

Photos by Deny & Ritha, diambil di Omosiro Yama dan Yamadera

Cerpen by Ritha

 

"Aku tergila2 pada musim gugur. Aku tergila gila padanya… haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh…". Aku menarik napas panjaaaang sekali kemudian menghembuskannya dengan keras.

Kubiarkan ujung jari kaki ku terendam air. Dingin. Brrrr… rasanya dingiin sekali. Tapi segar. Musim gugur kali ini memang lebih dingin dari musim gugur tahun2 yg lalu. Kurapatkan cardigan, melindungi diri dari angin yg sesekali datang. Kupandangi langit, biru. Awan putih bersaput2. Di ujung sana semburat merah mulai memancar. Senja mulai datang.

Hmm… untung mulai senja, jadi kali ini sepi. Jadi hanya ada aku, air, daun2 yg berguguran, angin, dan Cintaku. Cintaku? Kemana Cintaku? "Maaaaaaas…. maaaasss!".

"Disiniiii…..!" Suaranya datang dari balik bebatuan.

"Ngapaaaaiiiiin??" Teriak, takut kalah sama suara air.

"Iyaaaa… "

He? Kok ga nyambung yah? Ya udah, biarin, paling lagi motret :D .

Kulanjutkan duduk-dudukku di tepi kali, merendam kaki, memandang langit, memandang air, memandang dedaunan yg berganti warna. Gunung di depanku tampak indah dengan dedaunan yg berganti warna. Kuning, merah, oranye, ada yg masih hijau, ada yg udah coklat. Indah, sangat indah.

Suamiku muncul dari balik bebatuan, menenteng kamera. Berbelok, melompat dari satu batu ke batu yg lain, menghindari air, menjauh dariku, dan mulai berjongkok lagi di ujung sana, memotret, entah apa yg dipotret.

Tiba2… "Selamat siaaaaaangggg!". Kaget, aku berbalik. Seseorang sudah berdiri jarak satu batu dariku.

 "Siang, eh, sore."

"Maaf mengagetkan anda."

"Eh, iya. Kaget. Ga papa." Berusaha tersenyum.

Diam hening. Orang itu pun diam menikmati alam.

"Anda suka musim gugur?" Dia memulai percakapan.

"Iya, suka. Suka sekali."

"Saya juga." Menarik napas dalam2, "Musim gugur bercerita banyak sekali."

"Ooh..". Mengangguk. Tanda mengerti? Ga juga. Basa basi aja.

Diam lagi. Dia berkacak pinggang, memandang langit, menarik napas dalam2, menghembuskan napas, kemudian duduk bersila pada batu yg dipijaknya tadi. Diam, memandang air yg mengalir deras.

"Anda tahu apa yg ingin diceritakan olehnya tentang musim gugur?"

"Olehnya? Oleh siapa?"

"Oleh yg di atas sana." Menunjuk langit.

"Ga, ga tau. Yg penting indah. Mmm.. ya mungkin keindahan itu yg ingin diceritakanNya."

"Saya juga ga tau pasti, tapi terus berpikir mungkin ini, ini maksudNya."

"Apa?" Mulai tertarik.

"Anda pernah berpikir, kenapa daun2 itu berubah warna sebelum gugur?"

"Ya, pernah. Saya kira karena suhu. Tapi seseorang bercerita karena cahaya. Bulan September-Oktober, ketika hari mulai pendek, dan malam lebih panjang, merupakan sign untuk tumbuh2an berganti warna dan kemudian gugur. Hmm.. saya ga tau pasti juga."

"Hey, anda melihatnya dari sisi Ilmu Pengetahuan Alam."

"Anda tidak?"

"Juga. Tapi lebih dari itu. Saya berpikir soal analogi musim gugur."

"Apa itu?"

"Daun berganti warna, indah, sebelum gugur. Kita, sebelum mati, sebaiknya juga memberikan kesan indah pada sekitar."

"Tapi kan, kita ga tau, kapan kita akan mati." Protesku.

"Maka, sebaiknya berikan kesan indah terus, sapa tau malam nanti anda akan meninggal."

Siapa ya, orang ini, pikirku. Mungkin pendeta dari gunung sebelah. Tapi ga botak. Hmm… ga tau, deh. Kucerna kata2nya… , "Hmmm… mungkin itu ya… kenapa banyak artis, banyak olahragawan, undur diri ketika berada di puncak kejayaannya agar orang mengenang dia terus sebagai yg terbaik."

"Ya… mungkin. Hahaha, saya bukan artis atau olahragawan hahahaha…"

"Mmm… tapi, ada banyak kasus. Orang yg berbuat baik, tapi justru dicekal, difitnah. Sampai akhirnya orang itu meninggal pun, banyak orang mengenang dia sebagai orang yg jahat. Banyak kasus seperti itu terjadi di  dunia ini. Bukankah sejarah itu tergantung siapa yg menuliskannya?" Aku melanjutkan.

"Tapi untuk Tuhan, orang baik adalah orang baik. Dia punya ukurannya sendiri."

"Anda tadi bicara soal ‘kesan’. Dalam pengertian saya ‘kesan’ berarti sesuatu yg tampak di luar oleh manusia lain. Bukan untuk Tuhan."

"Oh, maaf. Saya tidak menemukan kata2 yg pas, kalo memang kata ‘kesan’ anda anggap tidak pas." Nada suaranya tetap tenang, tidak bermaksud meng-confront aku, "Tapi intinya, berbuatlah baik sebelum kau meninggal.." . Pandangannya terus menatap air yg mengalir deras di depan kami.

"Hmmm…"

Diam lagi, hening lagi. Hanya ada suara air dan burung2 yg sesekali terbang melintas di atas sana.

"Lihat, dalam satu pohon pun, waktu berganti warna dan waktu gugur tiap daun pun berbeda2". Dia menunjuk pohon terdekat, japanese maple. Daunnya ada yg udah sebagian oranye sebagian lagi masih hijau, ada yg oranye semuanya, oranye dengan bintik merah, atau merah semuanya. "Indah semuanya kan?" Dia melanjutkan, "Yah… coba kalo di musim gugur, semua daun berganti warna di saat bersamaan, kemudian gugur di saat bersamaan, mungkin musim gugur tak akan seindah ini."

"Iya…" kataku lirih. Kehabisan kata2…

"Yah, daun saja diberi kesempatan memberikan keindahan dengan caranya sendiri2. Tentu kita juga. Kita masing2, diberi kesempatan memberikan keindahan pada dunia, sesuai kapasitas kita masing masing, sesuai talent kita masing-masing. Tiap orang. Walaupun berasal dari satu ayah dan ibu, talent kita, jalan hidup kita berbeda, dan di situlah kita diberi kesempatan memberikan keindahan pada dunia sebelum kita wafat."

Deg. "Ya Tuhan, Kau berusaha menyindir aku melalui orang ini?" Pikirku sedih… Aku merenung. Menunduk. Memandang air, batu, apa sajalah, yg bisa kupandangi untuk mengalihkan perhatianku.

"Ya! Sampai jumpa ya! Makasih bincang-bincangnya. Maaf sudah mengganggu hari libur anda! Bye bye.." Dia berlalu, sambil melambaikan satu tangannya, tanpa melihat ke arahku. Aku melihat punggungnya berlalu… kemudian berbelok di balik bebatuan sana.

"Eh, iya… iya… bye, bye", lirih, lirih sekali, dia pasti tak mendengarnya.

"Sayaaaaaaaang, aku dapat banyak foto bagus lho. Ke sana yok? Ada air terjun yg lebih gede lho, di sana. Sayang? Hallo…? Kamu kenapa?" Suamiku heran melihatku.

"Eh, apah? Air terjun? Mana?"

"Kamu kenapa? Ih, ga kesambet kan?"

"Eh, ituh, orang itu, tadi, yg ngobrol sama aku…"

"Orang mana?" Suamiku mengerutkan dahinya sambil menatap bingung ke arahku, terus melihat ke sekitar mencari ‘orang’ yg kumaksud.

"He?" Suamiku yg keasyikan motret sampe ga tau ada yg ngobrol sama aku, atau emang orang tadi  sebenernya bukan ‘orang’? Aku ga berani nanya.

"Eh, iya, air terjun? Eh, dimana?" Kataku sambil siap2 berdiri. Gamang.

"Di sana, cuman 3 menit, jalannya. Ayok, bagus deh, kamu pasti suka!" Suamiku merangkulku. Aku mengikuti suamiku, sambil pikiranku berkecamuk ttg pembicaraanku dengan orang asing itu. Tuhan, maksudMu….

September 26, 2006

Warna-warni Fauna

Filed under: Fauna

Gbr 1. Hanya Dia yg mendandaninya

 

Gbr2. Yg garang pun bisa tampil anteng :)

 

Gbr3. Kawaii

 

Gbr4. Tampil Bareng :)

 

Ttg Foto: Foto diambil oleh Deny, di kebun binatang Yagiyama, musim panas 2006

September 24, 2006

Farewell Party

Filed under: Keseharian

Gb1. UZK

 

Dinner at UZK, Umai ZushiKan. Ber 14 orang :) . Farewell Party. To KF: Selamat dah melompati satu tahap. Ikut sueneeng dan legaaa. Utk tahap selanjutnya, buD n pakD ucapin: Selamat Berjoeang, nak! :). Hiks,  Berkurang lagi deh 1 KS :( :( . Tapi KF, dirimu kan tak jauh2 toh, pindahnya. Masih bisa kan, berkunjung2 ke Sendai lagi :).

To MV: Seneng dah kenal MV selama di Sendai. Selamat berjoeang nerusin yg di negri londo sono :) . Kehilangan temen diskusi fotografi, tapi masih ada email, Jeng. Keep in touch ya! :)

Gbr 2. Anyaman

Ini dinner judulnya, tapi ga ada foto hidangannya. Mulai makan jam stg 9. Huaaa.. dah laper, jd lebih baik melahap ketimbang memotret. Motret2nya setelah kenyang :) . Makan sushi dan sashimi. Ituh, gbr 2, malah motret anyaman penghias sushi nya. Sushi nya dah abisss. Enak, bener enak. KF emang oye kalo milih tempat makan.

BTW, ituh, pas kampai, tangan sapa tuh, yg mendominasi foto. Kikikik.. MD, katanya lagi sakit, tapi teuteup… :D .

Gbr 3. Kampaaaaiiiii…!

September 9, 2006

Aoba Matsuri, Sendai (Summer 2006)

Filed under: Matsuri

Gbr 1. When is my turn to dance?

 

Photos from about 2 months ago :) . Ini foto2 dari Aoba Matsuri (Festival Aoba) di Sendai, Jepang, musim panas 2006. Musim panas biasanya ditandai dengan banyak festival. Nantikan liputan berikutnya! ;)

 

Gbr 2. Hallo Mbak.. Nanti foto saya ditaruh di blog ya?

 

Gbr 4. Women in yellow

 

Gbr 5. Age doesn´t matter

 

Gbr 7. Colorful day

 

 

Gbr 9. I get tanned easily in summer…

Gbr 10. Dancing, dancing and.. dancing

Gbr 11. Kakkoyokunai, Ore?

Gbr 8. Otsukaresama deshita..

Masih dari musim semi April lalu

Filed under: Bunga

Gbr 1. Bunga ungu, cakep ya?

Gbr 2. See my pretty face?

Sakura

Filed under: Bunga

Cerita dari musim semi tak pernah habis. Musim semi lalu, kami hanami (hana = bunga, mi = melihat). Ke Oogawara yg ditanami 1000 pohon sakura. Sepanjang jalan isinya sakuraaaa melulu. Indah.

Gambar2 dan gambar4 di posting yg berjudul "Bunga2 Musim Semi", disebut sakura juga sih. Aku taunya karena pas lagi aku ngambil foto bunga2 itu, ada ibu2, mm .. nenek2 sih, tepatnya.. :) , nyamperin aku dan menjelaskan, itu bunga nya peach (momo, kalo bahasa jepang, Gbr4, maksudnya), disebut sakura. Padahal setahu aku sakura itu adalah cherry blossom, bunganya buah sakurambo(cherry nya Jepang). Ya yg aku tampilin ini. Ternyata peach blossom disebut sakura juga.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham